Rabu, 03 Juli 2019

Filled Under:
,

Dermatitis Pada Bayi, Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasinya

 Dermatitis pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya



Dermatitis atau yang lebih dikenal dengan istilah eksim memang banyak dialami oleh bayi atau balita. Tak jarang pula eksim ini hilang dan muncul kembali selama beberapa waktu dan menciptakan orang renta merasa cemas. Karena itu, Anda sebagai orang renta perlu mengetahui gejala, penyebab, dan juga langkah perawatan yang sempurna untuk dermatitis.

Gejala Umum Dermatitis

Bayi yang sedang mengalami dermatitis dapat mengatakan tanda-tanda seperti:

1. Muncul ruam pada potongan kulit pipi, kepala, dada, lengan, atau potongan lain.
2. Ruam merah tampak kering, bersisik, dan dapat muncul bintik merah.
3. Bayi merasa gatal dan jadi rewel serta sulit tidur. 
4. Jika digaruk, ruam merah dapat terkena bisul dan berbekas. 

Penyebab Dermatitis

Dermatitis dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:

1. Faktor keturunan, dimana bila ada keluarga akrab yang menderita dermatitis, maka kemungkinan bayijuga dapat menderita penyakit yang sama meskipun tidak dapat dipastikan 100%. 

2. Dermatitis dapat dipicu oleh allergen atau benda-benda yang menjadikan alergi contohnya saja asap rokok, serbuk sari bunga, tidak memakai Detergent khusus baju bayi, bedak bayi yang terhirup, dan lain sebagainya. 

3. Perubahan suhu atau cuaca secara tiba-tiba atau kulit bayi yang tiba-tiba kering lantaran berpindah wilayah dapat mengakibatkan dermatitis muncul. Bahkan tingkat stres bayi juga dapat memicu dermatitis. 


Cara Melindungi Bayi dari Dematitis


1. Mandi higienis dengan air yang tidak terlalu panas atau dingin. Gunakan sabun cair khusus bayi yang lebih sedikit mengandung busa dan materi aktif lainnya biar kulit bayi tidak gampang kering dan iritasi. 

2. Gunakanlah produk bayi yang lembut, banyak mengandung materi alami, dan juga hypoallergenic mulai dari sabun mandi, shampoo, bedak bayi, lotion, dan krim popok. Untuk proteksi ekstra, gunakan juga Detergent untuk baju bayi khusus dalam bentuk cair yang rendah busa. 

3. Jaga kulit bayi biar selalu sejuk, salah satunya dengan memakai pakaian berbahan katun. Kemudian usap keringat bayi dengan handuk atau tissue kering tanpa digosok kuat. Hindari pakaian yang berbahan wol atau polyester yang mungkin dapat menciptakan kulit bayi gatal atau panas. 





0 komentar:

Posting Komentar